Mengenal Batik Bersuara

MENGHIDUPKAN CERITA RAKYAT MELALUI TEKNOLOGI

Batik sebagai warisan budaya telah lama menjadi identitas bangsa Indonesia. Batik juga merupakan medium visual yang mengandung makna, simbol, dan kisah. Di sisi lain, Indonesia juga kaya dengan warisan budaya turun temurun berupa cerita rakyat, legenda, hingga dongeng.

Kedua warisan budaya itu sama-sama menghadapi tantangan di era modern saat ini.

Batik menghadapi tantangan adanya produksi massal dan berkembangnya motif-motif batik yang hanya mementingkan nilai komersial saja, tetapi tanpa filosofi. Kemudian, ada juga tantangan generasi muda yang kurang memahami makna motif batik.

Cerita rakyat sebagai warisan budaya lisan juga menghadapi tantangan. Generasi muda saat ini mungkin tidak lagi mendengar secara langsung pendongeng tradisional atau legenda yang dituturkan oleh orang tua atau kakek-nenek mereka.

Menghadapi tantangan tersebut, tercetuslah ide untuk menggabungkan batik dan cerita rakyat, dengan unsur teknologi modern. Dari sinilah lahir inovasi “batik bersuara”, dicetuskan oleh akademisi dan peneliti dari Universitas Kristen Maranatha yang diketuai oleh Dr. Ratnadewi, S.T., M.T., beranggotakan Dr. Dra. Ariesa Pandanwangi, M.Sn. dan Agus Prijono, S.T., M.T.

Inovasi Batik Bersuara

Beberapa kunci untuk keberlanjutan batik adalah menjaga kualitas produk, mempertahankan makna motif, dan mengadaptasi inovasi agar tetap relevan. Ide batik bersuara sangat relevan dalam konteks pelestarian budaya, edukasi generasi muda, juga kesinambungan industri kerajinan batik.

Konsep batik bersuara muncul sebagai inovasi yang mencoba memperluas fungsi batik, yaitu bukan hanya dikenakan atau dipajang, tetapi juga “menceritakan” kembali warisan cerita rakyat melalui teknologi audiovisual. Unsur visual dalam inovasi batik bersuara adalah berupa elemen motif batik, sedangkan unsur audionya adalah berupa elemen narasi digital yang dipresentasikan secara imersif dan interaktif.

Motif batik dapat dipandang sebagai bahasa visual yang membawa pesan, kisah, atau filosofi tertentu. Misalnya adalah motif flora dan fauna yang bisa menunjukkan keakraban manusia dengan alam. Motif geometris bisa menandakan tatanan sosial. Motif figuratif mitologis bisa menggambarkan legenda lokal.

Dalam inovasi batik bersuara, motif batik dirancang dari cerita rakyat yang ingin diangkat. Cerita rakyat ini memiliki karakter, tokoh, konflik, adegan, latar, hingga moral cerita. Motif batik kemudian didesain untuk memvisualkan elemen-elemen tersebut. Motif batik yang dihasilkan bukan hanya sekadar pola dekoratif, tetapi membawa narasi yang bisa “dibaca” oleh pemakainya.

Elemen inovasi selanjutnya adalah memasukkan unsur teknologi modern agar batik itu menjadi “batik bersuara”. Teknologi berupa elemen audio digital disematkan untuk meningkatkan interaksi dan daya tarik generasi muda.

Komponen audio digital ini dapat mengatasi persoalan bahwa cerita rakyat yang hanya dibaca atau diceritakan secara lisan terkadang sulit ditangkap oleh generasi modern dari dunia digital. Dengan adanya audio, narasi, serta efek suara yang imersif, pengguna seakan masuk ke dalam cerita. Teknologi audio juga memungkinkan batik bersuara menjadi produk interaktif, bukan sekadar tekstil.

Potensi Kreatif dari Kekayaan Intelektual

Penelitian yang menghasilkan inovasi batik bersuara ini masih berlangsung dan akan terus dikembangkan. Ratnadewi bersama kelompok penelitinya saat ini sudah berhasil membuat produk prototipe berupa kain-kain batik yang sudah tersertifikasi nasional oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik. Produk-produk tersebut juga sudah terdaftar hak ciptanya.

Beberapa motif kain batik bersuara yang sudah dikembangkan antara lain adalah batik bersuara yang mengangkat motif legenda batu menangis dan legenda burung ruai. Keduanya adalah cerita rakyat dari Kalimantan Barat yang sarat dengan pesan moral.

Inovasi batik bersuara sangat potensial dikembangkan untuk menghasilkan manfaat luas, baik dari sisi budaya, ekonomi kreatif, maupun industri kerajinan batik lokal.

Batik bersuara dapat menjadi produk inovatif untuk melestarikan cerita rakyat. Melalui inovasi ini, cerita rakyat didokumentasikan, direkam, dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Dalam hal ini, batik bersuara menjadi bentuk pelestarian budaya yang berbasis produk kerajinan.

Inovasi batik bersuara diharapkan dapat menarik minat generasi muda yang lebih akrab dengan perangkat digital, audio, dan interaksi teknologi. Produk batik yang bersifat interaktif memiliki daya tarik lebih dibandingkan dengan batik konvensional yang hanya berupa kain biasa. Dengan demikian, batik bersuara bisa menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, menjadikan batik relevan di era digital.

Produk kerajinan batik bersuara bisa menjadi oleh-oleh budaya yang unik bagi wisatawan. Misalnya, motif cerita lokal yang belum banyak dikenal, dapat dipasarkan sebagai produk khas daerah tertentu.

Konsep batik bersuara juga diharapkan mendorong kolaborasi antara perajin batik, komunitas cerita rakyat, lembaga kebudayaan, pihak pengembang teknologi, dan sektor wisata. Kolaborasi ini akan mendukung ekosistem industri batik yang berkelanjutan, bukan hanya sebagai komoditas komersial, tetapi produk batik sebagai karya budaya dan edukasi.

Tulisan ini adalah bagian dari serial artikel “Semesta Inovasi Maranatha” program kampanye “Pemberdayaan Sains dan Teknologi dalam Pelestarian Budaya Asli Indonesia” yang didukung oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Republik Indonesia melalui Program Kampanye Tematik Sains dan Teknologi (Resona Saintek).

Penulis:
Agus Prijono, S.T., M.T., Dosen Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas UK Maranatha
Iwan Santosa, S.T., M.Kom., MIPR, Ketua Pelaksana Resona Saintek UK Maranatha

Referensi:

Pandanwangi, A., dkk. (2020). Inovasi Batik Bercerita. Bandung: Pelita Ilmu. ISBN: 978-979-034-003-0.

Santosa, I. (4 Oktober 2021). Bangga batik Indonesia yang mendunia. Maranatha News. https://news.maranatha.edu/featured/bangga-batik-indonesia-yang-mendunia

Ridho, M. (4 Oktober 2025). UKM Bandung gelar FGD batik bersuara cerita rakyat Kalbar di Sambas. Sambas Times. https://sambastimes.com/ukm-bandung-gelar-fgd-batik-bersuara-cerita-rakyat-kalbar-di-sambas

Santosa, I. (15 November 2025). Misteri batik bersuara, antara legenda dan inovasi lintas era. Inspirasi Indonesia. https://inspirensis.id/artikel/misteri-batik-bersuara-antara-legenda-dan-inovasi-lintas-era

Scroll to Top